Tahun Baru
1:08:00 AMAda banyak hal di dunia ini yang membuat gue sering mempertanyakan hal tersebut; cara terbentuknya manusia dari sperma dan telur (aja), ide orang-orang zaman Cina dulu bikin tulisan hanzi, dunia di dimensi berbeda, logika orang membagi waktu, konsep ulang tahun, tahun baru. Menurut gue itu hanya setitik bagian dari hal-hal di dunia ini yang perlu dipertanyakan.
Belum ada setengah jam sejak pergantian tahun ke tahun 2014. Tahun baru ini gue ngga kemana-mana. Gue hanya di kamar, baca seri The Chronicles of Narnia yang baru gue baca dua dari tujuh novel sambil download lagu-lagu pengisi iTunes gue karena lagu-lagu gue hilang waktu laptop gue diservis. Semakin bertambahnya umur, gue semakin ngga berminat untuk ngerayain hal-hal yang biasa dirayain orang-orang secara besar-besaran--ulang tahun dan tahun baru contohnya. Menurut gue, malam tahun baru sebenernya sama aja kayak malam-malam sebelumnya jadi ngga perlu dirayain besar-besaran. Toh perayaan-perayaan itu cuma bertahan berapa lama sih, paling lama juga satu setengah jam. Sejauh ini gue juga masih takjub bagaimana satu detik itu bisa mengubah tahun padahal sih ya sama aja. Satu hari tetep 24 jam, gue masih tinggal di Pancoran, dan gue masih single belom bisa berhenti dengerin Kpop hahaha.
Tahun 2013 menurut gue tahun yang lumayan berat buat gue dan keluarga gue. Rasanya masalah ngga selesai-selesai dan sekarang udah hampir... wait. 7 tahun. Bukan waktu yang sebentar tapi gue rasa itu semua ngga bakal selesai dalam waktu dekat. Yah, gue cuma berharap sih bisa selesai secepatnya. Kalau bisa tahun ini selesai gue bakal bersyukur banget. Meskipun kayaknya ngga semudah itu apa salahnya berdoa minta yang terbaik.
Tahun 2013 akhirnya gue lulus SMA. Setelah 3 tahun penuh perjuangan dan air mata akhirnya gue dan temen-temen Thamrin02 lulus. Terdengar lebay tapi gue rasa sejak tahun kedua gue dan yang lain udah mengalami tekanan mental 'sekolah unggulan'. Apalagi menjelang lulus makin banyak tekanan yang bikin kita semua stress dan ngga yakin. Setiap try out rasanya udah pasrah banyak yang bolak-balik dipanggil. Tapi ternyata kita semua lulus dengan nilai lumayan, meskipun nilai-nilai kita ngga masuk peringkat berapa besar di Jakarta (dan ngga ada yang mengharapkan itu by the way). Berbulan-bulan setelah keluar asrama rasanya ada yang hilang. Banyak yang bilang pengen balik lagi ke asrama padahal waktu disana nangis-nangis pengen cepet lulus hahaha.
Tahun 2013 gue resmi diterima di Universitas Indonesia jurusan Sastra Cina. Kenapa bisa Sastra Cina, hanya Tuhan dan panitia SIMAK UI yang tau. 3 tahun sekolah di sekolah yang berorientasi sains dan sempet bercita-cita jadi ahli kimia forensik bikin gue sempet minder karena jurusan gue melenceng jauh dari ilmu yang gue pelajarin selama ini. Tapi semakin kesini gue cuek aja, toh belajar bahasa ngga segampang itu apalagi bahasa Mandarin kan bahasa paling sulit di dunia. Sempet sayang juga karena ilmu kimia gue akhirnya ngga kepake. Padahal di SMA nilai gue lumayan disitu; ngga sejelek pelajaran eksak lainnya tapi paling mending dari pelajaran eksak lainnya. Semakin kesini gue udah mulai enjoy belajar bahasa dan budaya karena mungkin passion gue disini tapi gue dari dulu mencoba mengelak dari kenyataan (bahasa gue).
Tahun 2014?
Tahun 2014 masih terlalu blur bagi gue. Gue ngga terbiasa memasang resolusi tahun baru karena menurut gue hidup itu ngga harus bergantung sama resolusi. Paling resolusinya memperbaiki diri aja dari tahun kemarin, apa-apa aja yang harus diperbaiki, semacam itu. Gue cuma berharap tahun ini gue bisa jadi pribadi yang makin baik, ngga nunda-nunda shalat lagi, rajin ngulang pelajaran, dan lain-lain yang akan menyusul dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.
![]() |
P.S. Meskipun ngga ngerayain Natal, gue pengen bisa ke tempat ini pas hari Natal 5 atau 6 tahun lagi dan ngerayain tahun baru disana |
![]() |
HAPPY NEW YEAR! |
0 comments