狂人日记
8:52:00 PMHari Selasa lalu, gue mendapat tugas membaca karya-karya Luxun untuk mata kuliah Perkembangan Kesusastraan Cina. Selesai kuliah, gue langsung pergi ke perpustakaan buat nyari buku kumpulan karya-karya Luxun karena fotokopian teksnya baru jadi besoknya. Meskipun buku kumpulan karya yang gue pinjam dari perputakaan udah diterjemahin ke Bahasa Indonesia, 我觉得鲁迅的作品很有意思.
Cerita pertama yang gue baca (dan merupakan salah satu karya Luxun yang paling terkenal) adalah 狂人日记 atau Catatan Harian Orang Gila. Ceritanya tentang seseorang yang mengunjungi rumah seorang teman lama karena mendengar kabar temannya sakit, namun setibanya di sana kakaknya lah yang ia temui dan ternyata adiknya yang sakit. Sang adik sudah sembuh saat orang itu berkunjung dan sudah pergi ke kota lain. Si kakak memberikan buku harian adiknya ke orang itu agar orang itu bisa mengetahui adiknya sakit apa. Singkat cerita, buku harian itu isinya tentang curahan hati si adik yang menganggap semua penduduk desa bersikap aneh kepadanya. Dia juga menduga bahwa mereka semua pemakan daging dan berniat untuk memakannya. Tapi di akhir semua menjadi jelas kalau itu hanya pikiran dia dan sebenarnya orang-orang bersikap aneh padanya karena mendengar desas-desus bahwa dia itu gila.
Gue mengambil kesimpulan bahwa si adik memiliki pikiran-pikiran yang membuatnya bersikap aneh dan membuat orang-orang pun melihatnya aneh. Tapi sejak gue selesai baca, satu pertanyaan yang sering terbayang adalah: apakah gue juga kayak gitu? No, no, gue nggak berpikir bahwa orang-orang di sekitar gue adalah pemakan manusia. Beberapa kali gue mendapati diri gue sendiri berpikir "apa gue bikin si ini sebel? Apa gue barusan bikin si itu kesel?" Pikiran gue itu akhirnya membuat gue tanpa sadar menjaga jarak dengan orang-orang meskipun nggak lama gue menyadari itu cuma pikiran gue doang dan akhirnya bersikap biasa lagi. Dan akhir-akhir ini pun kebiasaan gue itu kumat lagi dan kadang gue merasa sedikit lelah karena pikiran gue mulai sering bikin asumsi-asumsi baru yang akhirnya merugikan diri gue sendiri.
Tapi mungkin memang akhir-akhir ini gue lagi sedih dan lelah dan akhirnya gue membuat alasan supaya gue terlihat biasa. Mungkin selama ini orang-orang melihat gue lagi aneh tapi gue nggak sadar, atau gue melihat orang-orang lagi aneh tapi mereka juga nggak ngeh. Yaudah.
0 comments