Anak Gadis
11:51:00 PMJadi anak perempuan dengan latar keluarga Jawa itu ribet. Nggak boleh duduk di depan pintu (takut susah jodoh), nggak boleh petakilan, nggak boleh manjat pagar rumah, nggak boleh bangun siang ("anak perawan kok bangunnya siang!" begitu komentar orang-orang), dan masih banyak nggak boleh lainnya. Kalau ditanya kenapa, banyak yang cuma bilang ora ilok--tidak sopan. Apalagi gue dulu orangnya nggak bisa diam, maunya gerak kesana-kemari. Bukan bermaksud rasis, gue pikir suku lain di Indonesia pun punya peraturan sendiri buat anak perempuan.
Jadi anak perempuan di kota Jakarta itu susah. Kalau keluar rumah nggak boleh pakai celana pendek atau baju yang ketat-ketat biar nggak ngundang. Padahal yang cowok juga harus dikasih aturan-aturan biar nggak brengsek. Kalau malas dandan dikomentarin, kalau dandan suka dikira mau pacaran atau ngeceng. Padahal pakai make-up di Jakarta itu menurut gue sia-sia. Toh mukanya bakal kena debu dan bakal kehapus air wudhu. Kalau pulang malam sering dicap sebagai perempuan nggak bener padahal tugas kuliah numpuk dan banyak rapat ini-itu.
Jadi anak perempuan satu-satunya itu nggak enak. Kalau nggak ngelakuin pekerjaan rumah bakal dibanding-bandingkan sama yang cowok, tapi kalau lagi bangun pagi terus beres-beres dibilangnya memang sudah jadi kewajiban anak perempuan. Dibandingkan dengan adik gue yang cowok, gue nggak bisa masak.
Rasanya pingin nyobain jadi anak laki-laki.
0 comments