­

Keep update gan!

10:41:00 PM

Akhir-akhir ini, banyak orang generasi yang lebih tua mengeluhkan tentang perilaku generasi yang lebih muda. Hal yang paling utama yang dikeluhkan adalah generasi muda sekarang banyak yang terlalu kecanduan teknologi sehingga banyak disebut sebagai 'generasi menunduk'. Kenapa begitu? Kalau kalian jalan-jalan ke tempat tongkrongan anak muda, mungkin kalian akan menemukan sekumpulan abege atau abege tanggung (yang seumuran gue kira-kira) sedang ngobrol dengan teman-temannya lalu nggak lama asik nunduk main hp. Gue akuin gue pun sering main hp kalau nggak ada kerjaan tapi kalau lagi ngumpul bareng teman-teman, apalagi yang jarang ketemu, gue usahain sebisa mungkin gue nggak buka hp meskipun itu buat update Path. Anyway, kebiasaan anak-anak muda yang seumuran gue (atau rendahan dikit alias SMA) kalau lagi megang hp adalah update foto atau update lokasi. Sekali lagi gue akuin gue juga sempat jadi bagian mereka alias suka update sana-sini, tapi rasanya kok lama-lama malesin juga kalau setiap pergi lalu update dimana, sama siapa kayak laporan ke Kangen Band. Tapi yang gue perhatiin, semakin kesini bukan cuma anak-anak muda yang kecanduan sama hp. Banyak orang tua, terlebih ibu-ibu (meskipun nggak semua ibu-ibu), juga sering update Facebook dan segala media sosial lainnya. Awalnya, gue nggak terganggu dengan kebiasaan-kebiasaan ini meskipun ngeliatnya suka risi. Bagi gue, selama mereka nggak ngerugiin gue atau orang banyak, it's fine. Tapi ada kejadian yang bikin gue super duper jengkel sama manusia-manusia tukang update ini.

Hari ini gue dan Hana akhirnya pergi ke Planetarium. Setelah merencanakan dari lama tapi nggak jadi terus, kita berdua ngerasa excited untuk nonton pertunjukan di Planetarium, apalagi seinget gue terakhir gue pergi ke Planetarium itu pas masih SD. Setelah beli tiket, gue dan Hana jajan-jajan dulu karena itu belum jam 4 sore sementara pertunjukannya masih jam setengah lima. Setelah makan, gue dan Hana mengantri buat masuk ke ruang pertunjukan trus waktu udah masuk ke dalam ruang pertunjukan gue dan Hana ngobrol-ngobrol sambil nunggu pertunjukan dimulai.

Lima belas menit lebih berlalu, gue udah mulai agak kedinginan dan kelaperan ketika akhirnya ruangan digelapkan. Perlahan-lahan di langit-langit muncul bintang-bintang yang lebih keren dari yang gue liat di Situgunung. Nah disinilah kejadian paling menjengkelkan terjadi. Tiba-tiba dari sana-sini terlihat lampu layar hp yang menyala. Banyak yang berlomba-lomba mengabadikan pemandangan tersebut dan bahkan ada yang pakai blitz. Disitu gue dan Hana udah kesel banget, kita berdua udah mulai ngata-ngatain orang-orang yang shamelessly nyalain hp. Yang muda, yang tua sama aja. Gue rasa nggak perlu dikasihtau juga harusnya mereka sadar diri lah di dalam ruangan apalagi ruang pertunjukan kayak gitu nggak boleh ngeluarin benda-benda yang bisa memancarkan cahaya. Nggak lama naratornya mulai ngasih peraturan-peraturan di dalam ruangan dan akhirnya satu per satu cahaya-cahaya layar hp pun menghilang. Sempet sih di tengah pertunjukan ada yang foto pakai blitz trus disorakin gitu. Selama nonton, akhirnya gue bete sendiri karena masih ada yang nyuri-nyuri kesempatan motret dan cahaya dari hp-nya bener-bener ganggu pertunjukan. Kesel banget!

Intinya sih kalau pakai hp tau tempat aja. Gue seneng sih banyak yang ngunjungin Planetarium karena itu berarti masih ada peminat tempat-tempat wisata non-mall, tapi gue rasa bukan berarti kalau berkunjung ke tempat-tempat kayak gitu bisa bertingkah kalau kayak ke mall atau tempat nongkrong lainnya atau harus update ke semua orang terutama pakai foto ke semua orang. Daripada update sana-sini atau foto ini-itu yang nggak seharusnya difoto lebih baik nikmatin pertunjukannya, bukan? Mudah-mudahan banyak orang yang semakin dewasa menggunakan gadget dan teknologi di tempat-tempat umum seperti di Planetarium. :D

You Might Also Like

0 comments