­

Lebih Baik Terlambat?

6:33:00 PM

Pernah nggak sih ngelakuin sesuatu karena terpaksa tapi ketika akhirnya menemukan motivasi atas hal yang lo lakuin itu lo akhirnya nyadar kalau itu terlambat? Bisa sih diubah, tapi usahanya harus luar biasa keras.


Dan gue rasa-rasanya masih memecut diri gue untuk sanggup.


---


Semua berawal ketika ada seminar dari salah satu majalah luar negeri yang mendatangkan beberapa, entah jurnalis entah peneliti. Selesai seminar itu, gue menghabiskan beberapa waktu untuk berpikir banyak: mau jadi apa kedepannya? Semakin dipikirin, gue semakin tercerahkan akhirnya gue mau ngapain setelah lulus. Tapi yang namanya semangat menggebu nggak bakal seru dijalanin kalau nggak ada tantangannya. Berkali-kali mata kuliah itu gue rasa semakin sulit, berkali-kali gue mencoba berpikir positif dan berpikir kalau kali ini gue bisa mewujudkan apa yang gue mau, tapi berkali-kali pikiran gue diterpa badai dan kenyataan.

Lagi-lagi jadi demot.

Yah, pada akhirnya gue mencoba tetap berpikir positif dan masih mencoba menyeimbangkan semuanya.

Keinginan lainnya? Jadi atlit.

Iya, gue akhirnya menyadari keinginan gue sekarang, bukannya dulu-dulu. Mungkin karena gue akhirnya dapet kesempatan untuk ngerasain itu sekarang, bukannya dulu-dulu.

Sayang sih, butuh waktu 5 semester untuk akhirnya menyadari apa yang gue mau dan gue ingin lakukan.









ditulis di meja belajar kamar, lagi mangku buku BC.

You Might Also Like

0 comments